Kapolri Tutup E-Sports Kapolri Cup 2026, 27 Ribu Generasi Z Dikukuhkan Jadi Duta Kamtibmas Siber

waktu baca 3 menit
Senin, 10 Agu 2026 09:40 123 IDNKendari.com

IDNK, Jakarta – Gelaran E-Sports Kapolri Cup 2026 resmi berakhir. Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, menutup rangkaian kompetisi tersebut di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (9/8/2026) malam.

Penutupan ajang yang diikuti puluhan ribu peserta dari berbagai wilayah Indonesia itu turut diwarnai dengan tiga penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Tiga rekor tersebut yakni Defile Cosplay Peserta Generasi Z Terbanyak dengan 117 peserta, Kompetisi Keamanan Siber Peserta Generasi Z Terbanyak sebanyak 734 peserta, serta Pengukuhan Duta Kamtibmas Siber kepada Peserta Generasi Z Terbanyak dengan jumlah mencapai 27.686 peserta.

Secara keseluruhan, E-Sports Kapolri Cup 2026 diikuti 35.936 peserta yang berasal dari 34 Polda dan 403 Polres.

Kapolri mengapresiasi tingginya antusiasme generasi muda dalam mengikuti ajang tersebut. Menurutnya, perkembangan e-sports kini tidak lagi sekadar permainan, tetapi telah berkembang menjadi salah satu cabang olahraga yang memiliki potensi prestasi hingga tingkat internasional.

“Saya melihat bahwa perkembangan dari esport ini sangat luar biasa. Dulu yang kita anggap ini sebagai suatu permainan, namun ternyata perlahan namun pasti ini tidak hanya berkembang menjadi suatu olahraga nasional, bahkan juga sudah beranjak kepada olahraga internasional,” ujar Kapolri.

Kapolri bahkan mendorong agar kompetisi serupa dapat terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak peserta pada tahun-tahun mendatang.

Ia menargetkan jumlah peserta E-Sports Kapolri Cup dapat meningkat hingga sepuluh kali lipat dengan pelaksanaan kompetisi secara rutin di tingkat kewilayahan.

“Saya sampaikan dengan jumlah penggemar yang sangat luar biasa ini, pertanyaannya: bisa enggak tahun ini 35.936, tahun depan kali 10?” kata Kapolri.

Generasi Muda Diajak Jadi Duta Kamtibmas

Tak hanya berbicara mengenai kompetisi dan prestasi, Kapolri juga mengajak para peserta E-Sports Kapolri Cup 2026 menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Para peserta didorong menjadi agen perubahan sekaligus Duta Kamtibmas yang dapat mengajak generasi muda menjauhi berbagai aktivitas kontraproduktif, seperti tawuran, balap liar, hingga vandalisme.

Kapolri juga menitipkan pesan agar para Duta Kamtibmas turut berperan dalam mencegah berbagai ancaman di ruang digital.

Ancaman tersebut antara lain penyebaran hoaks, ujaran kebencian, radikalisme, perundungan atau bullying, judi online, hingga penyalahgunaan narkoba.

“Saya menitip pesan karena di dunia maya ini banyak sekali disalahgunakan. Baik untuk kegiatan-kegiatan negatif, apakah itu judi online, apakah itu game-game yang kemudian membahayakan generasi muda, dan juga model-model penipuan,” tegasnya.

Kapolri meminta para Duta Kamtibmas tidak hanya menjadi peserta kegiatan, tetapi juga ikut mengedukasi lingkungan sekitarnya mengenai bahaya berbagai aktivitas negatif di dunia maya.

Ia juga mengajak masyarakat tidak ragu melaporkan apabila menemukan gangguan keamanan maupun indikasi tindak kejahatan melalui kanal pengaduan Polri, termasuk layanan 110 dan kanal Patroli Siber.

Dorong Kolaborasi Cegah Kejahatan Siber

Kapolri turut mendorong adanya kolaborasi antara Polri, komunitas e-sports, serta berbagai platform digital dalam mencegah kejahatan siber.

Menurutnya, perkembangan teknologi harus diarahkan menjadi ruang yang produktif bagi generasi muda, sekaligus menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan, kreativitas, sportivitas, serta kesadaran terhadap keamanan digital.

E-Sports Kapolri Cup 2026 sendiri menghadirkan berbagai kompetisi, mulai dari Mobile Legends, Capture The Flag (CTF), Cosplay, Influencer Hunt, Trading Card Game, hingga Youth Movement.

Selain kompetisi e-sports, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan di bidang teknologi dan kreativitas.

Kapolri juga mengapresiasi berbagai inovasi teknologi yang ditampilkan dalam rangkaian kegiatan tersebut, seperti robotik, Internet of Things (IoT), dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

“Saya yakin bahwa generasi-generasi kita betul-betul siap untuk mengisi dan menunjukkan bahwa kalian semua mampu untuk mengantarkan Indonesia ini menjadi generasi-generasi terbaik menuju visi Indonesia Emas 2045,” ujar Kapolri.

Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan tersebut, E-Sports Kapolri Cup 2026 resmi ditutup pada Minggu (9/8/2026) malam. Kompetisi ini diharapkan tidak hanya melahirkan talenta-talenta baru di bidang e-sports, tetapi juga mendorong generasi muda menjadi agen perubahan serta ikut menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan produktif.(Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA