Sekda Kota Kendari Buka Pertemuan Koordinasi Tim Pembina Posyandu Tingkat Kota Kendari

waktu baca 2 menit
Selasa, 22 Jul 2025 17:32 150 IDNKendari.com

Theasianet.com, Kendari-Sekretaris Daerah Kota Kendari resmi membuka Pertemuan Koordinasi Tim Pembina Posyandu (Pokjanal) tingkat Kota Kendari periode 2025–2029, di Hotel Claro Kendari, Selasa (22/07/2025).

Dalam sambutannya, Sekda Kota Kendari Amir Hasan menyampaikan bahwa, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 13 Tahun 2024 tentang pos pelayanan terpadu dengan enam bidang standar pelayanan minimal (SPM).

Hal ini diperkuat melalui Surat Keputusan Wali Kota Kendari No. 429 Tahun 2025 tentang pembentukan Tim Pembina Posyandu Kota Kendari periode 2025–2030.

“Pembentukan tim ini menjadi bukti konkret komitmen Pemerintah Kota Kendari dalam memperkuat pelayanan dasar masyarakat,” ujarnya.

Sekda menegaskan bahwa, Posyandu tidak lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, namun kini menjadi mitra strategis pemerintah dalam peningkatan kualitas pelayanan dasar.

Ia juga berharap, agar program Posyandu ke depan mampu menciptakan terobosan inovatif, tidak hanya bersifat rutinitas, tetapi benar-benar berdaya guna dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Tiga Posyandu percontohan yang ditunjuk sebagai pilot project adalah Posyandu Sanggoleo (Kecamatan Baruga), Dian Palupi (Kecamatan Puuwatu), dan Bina Bersama (Kecamatan Kendari Barat),” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Kendari, Ny. Shintya Putri Anawula Sudirman, turut memberikan sambutan dan menyoroti pentingnya perhatian terhadap kader Posyandu, termasuk dalam hal kesejahteraan dan dukungan operasional.

Ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi para kader Posyandu yang tetap antusias melayani masyarakat meski dengan keterbatasan insentif, bahkan ada yang hanya menerima honor sebesar Rp25.000-Rp100.000 per bulan.

Lebih lanjut, Ketua Tim Pembina Posyandu juga menekankan pentingnya peran Posyandu dalam mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang saat ini masih berada di posisi 114 dari 199 negara.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA