UMKM Sultra Unjuk Produk Unggulan di KKI 2026, Bidik Pasar Nasional hingga Global

waktu baca 4 menit
Jumat, 21 Agu 2026 18:37 113 IDNKendari.com

IDNK, Kendari – Sejumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara turut tampil dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta.

Keikutsertaan UMKM Sulawesi Tenggara dalam ajang nasional tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan produk unggulan daerah sekaligus membuka peluang perluasan pasar, jejaring bisnis, pembiayaan, dan penguatan daya saing.

KKI 2026 digelar Bank Indonesia pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Tahun ini, KKI mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing” dengan semangat “BeudayaMeusare Sare” yang bermakna berdaya bersama-sama.

Gelaran tersebut dibuka oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional, Selvi Gibran Rakabuming, serta dihadiri sejumlah menteri, pimpinan lembaga negara, perbankan, duta besar negara sahabat, asosiasi dan pelaku usaha.

Dalam pelaksanaannya, Bank Indonesia menggandeng 27 kementerian dan lembaga serta 34 mitra strategis. KKI 2026 diarahkan menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat kapasitas UMKM, memperluas akses pembiayaan, mendorong digitalisasi, serta membuka akses pasar domestik hingga internasional.

Saat membuka KKI 2026, Destry Damayanti menekankan tiga kata kunci dalam penguatan UMKM, yakni bangkit, tangguh dan berdaya saing.

Menurutnya, semangat bangkit menjadi bagian dari pemulihan UMKM yang menghadapi berbagai tantangan, termasuk dampak bencana alam. Sementara ketangguhan dibangun melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Adapun daya saing diperkuat melalui inovasi produk serta perluasan akses pasar.

Secara nasional, UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian. Jumlah pelaku UMKM disebut mencapai sekitar 64 juta dan menyerap 97 persen tenaga kerja, sekaligus memberikan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Peran tersebut juga dirasakan di Sulawesi Tenggara. Beragam produk daerah, mulai dari wastra, kerajinan, kopi hingga makanan dan minuman olahan, dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Sejalan dengan hal tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara terus mendorong UMKM binaannya meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran serta memanfaatkan teknologi digital agar mampu naik kelas.

KKI 2026 menjadi salah satu ruang bagi UMKM Sultra untuk menguji sekaligus memperkenalkan produk mereka di panggung nasional.

Pada kategori wastra, Sulawesi Tenggara diwakili Annisa Tenun Masalili dan Sultra Tenun. Sementara pada area Cangkir Nusantara, turut hadir Anoa Coffee dan Arentim.

Sejumlah UMKM Sultra lainnya juga membawa produk unggulan masing-masing, di antaranya Saraba Al Amin, Bin Amr Food, Biwon, Coklat Anoa, Nadine Azzahra, Great Celebes Co, Kamoohu, Kasi Tahu, Kedai Neng Bagers, Kelorku, Kopsa Chicken Naswol, KWT Matahari, To Lucky Deela, Makeza Food Indonesia, Meteqta, Raisya Craft, Sagumi, Tenun Buton, Bravo Mete, Dapur El Ummu, Lily Tenun dan Industri Kelapa Kampung.

Tidak hanya melalui pameran produk, kekayaan wastra Sulawesi Tenggara juga mendapat panggung dalam Fashion Wastra Karya Kreatif Indonesia 2026 “Romansa Muda”.

Dalam ajang tersebut, Annisa Tenun Masalili berkolaborasi dengan desainer nasional Dery Rizkianto dan Peggy Hartanto. Kolaborasi itu memadukan kekayaan wastra Sulawesi Tenggara dengan sentuhan desain kontemporer.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, mengatakan keikutsertaan UMKM binaan BI Sultra merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendorong pelaku usaha daerah semakin maju dan berdaya saing.

Menurutnya, kehadiran UMKM Sultra di KKI 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi produk daerah, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk membangun jejaring, memperluas akses pasar serta mendapatkan pengalaman dan inspirasi dalam meningkatkan kualitas produk.

“Kehadiran UMKM Sulawesi Tenggara pada ajang berskala nasional tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan dan keunikan produk unggulan daerah, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi UMKM untuk membangun jejaring, memperluas akses pasar, serta memperoleh pengalaman dan inspirasi untuk terus meningkatkan kualitas dan inovasi produknya,” ujar Edwin.

KKI 2026 merupakan penyelenggaraan ke-11 dan menghadirkan sejumlah program baru, di antaranya Cangkir Barista dan Citra Nusa, perluasan kolaborasi, penguatan ekosistem rantai nilai, inovasi generasi muda untuk produk lokal serta penerapan prinsip keberlanjutan melalui KKI Bijak.

Selama empat hari pelaksanaan, pameran luring di JICC diikuti lebih dari 550 UMKM, sementara pameran secara daring melalui platform KKI melibatkan lebih dari 1.300 UMKM.

Partisipasi UMKM Sulawesi Tenggara di KKI 2026 diharapkan menjadi langkah strategis untuk membawa produk-produk unggulan daerah semakin dikenal secara nasional, sekaligus membuka peluang menembus pasar global.(Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA