Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara memperkuat koordinasi bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Sultra dalam mempersiapkan pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026. IDNK, Kendari – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara memperkuat koordinasi bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Sultra dalam mempersiapkan pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026.
Persiapan kegiatan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Mauki Café Kendari, Senin (17/8/2026). Rapat diikuti 47 perwakilan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) serta perwakilan Event Organizer (EO).
BIK 2026 Sulawesi Tenggara direncanakan berlangsung selama dua hari pada minggu ketiga atau keempat Oktober 2026 dengan pusat kegiatan di Kota Kendari.
Kegiatan tersebut akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari industri jasa keuangan, pemerintah daerah, pelaku UMKM, komunitas hingga sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Kepala OJK Sultra sekaligus Pembina FKIJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, mengatakan BIK tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi harus mampu menjadi momentum untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan.
“BIK menjadi momentum untuk memperkuat sinergi industri jasa keuangan dengan pemerintah daerah, UMKM, komunitas, dan masyarakat. Karena itu, rangkaian kegiatan yang disiapkan harus mampu menghadirkan edukasi keuangan sekaligus membuka akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan,” ujar Bismi.
Menurutnya, keterlibatan industri jasa keuangan dalam BIK 2026 tidak hanya melalui booth dan pameran. Sejumlah kegiatan edukasi, budaya, olahraga, kompetisi, UMKM hingga kegiatan kreatif juga akan dikembangkan untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Salah satu agenda yang dipersiapkan adalah UMKM Expo yang akan menyediakan ruang bagi lebih dari 40 pelaku UMKM. Kegiatan ini diharapkan dapat mempertemukan pelaku usaha dengan industri jasa keuangan sekaligus membuka peluang akses pembiayaan dan layanan keuangan.
Selain UMKM, pemerintah daerah juga akan dilibatkan dalam rangkaian BIK 2026. Sedikitnya 12 kepala daerah ditargetkan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Konsep yang disiapkan antara lain menampilkan berbagai ciri khas kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara, mulai dari pakaian, makanan, tarian hingga potensi daerah masing-masing.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi budaya, tetapi juga memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dengan industri jasa keuangan dalam mendorong perekonomian daerah.
Rangkaian kegiatan juga akan diramaikan dengan BIK Night Run dengan kategori 5K dan 10K. Sementara untuk memperkuat literasi keuangan di kalangan masyarakat, panitia menyiapkan Video Competition bertema edukasi keuangan.
Kompetisi tersebut diharapkan menjadi sarana edukasi yang lebih kreatif dengan memanfaatkan platform digital, sehingga pesan mengenai pentingnya literasi dan inklusi keuangan dapat menjangkau generasi muda secara lebih luas.
Tidak hanya itu, BIK 2026 juga direncanakan berkolaborasi dengan sejumlah layanan publik, seperti pasar murah, Samsat Keliling, SIM Keliling hingga layanan pembuatan paspor dari Imigrasi.
Kehadiran berbagai layanan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat dan mudah diakses.
OJK Sultra menegaskan, seluruh rangkaian BIK 2026 diarahkan agar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap layanan jasa keuangan, memperkuat pemberdayaan UMKM serta mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan semakin kuatnya kolaborasi antara industri jasa keuangan, pemerintah daerah, pelaku usaha dan masyarakat, BIK 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperluas inklusi keuangan sekaligus membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.(Red)
Tidak ada komentar