
IDNK, Kendari – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara menggandeng Industri Jasa Keuangan (IJK) dan sejumlah instansi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem perlindungan petani melalui Program Sinergi Perlindungan Petani Sultra (PROSPERITI).
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Pertemuan Koordinasi Sinergi Perlindungan Petani yang digelar di Gedung Learning Center OJK Sultra, Kendari, Selasa (15/9/2026). Forum ini dirancang untuk menyatukan langkah dalam mengintegrasikan layanan keuangan formal dengan jaminan sosial bagi para petani di Sulawesi Tenggara.
Kepala OJK Provinsi Sultra, Bismi Maulana Nugraha, menjelaskan bahwa PROSPERITI hadir sebagai solusi komprehensif bagi sektor pertanian yang menjadi penopang utama perekonomian daerah.
“Petani tidak hanya membutuhkan perlindungan ketika menghadapi risiko, tetapi juga membutuhkan akses pembiayaan, tabungan, asuransi, edukasi, dan pendampingan. Melalui PROSPERITI, kita membangun ekosistem yang menghubungkan seluruh kebutuhan tersebut,” ujar Bismi dalam keterangan tertulisnya.
Bismi memaparkan, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan menyumbang 23,79 persen terhadap PDRB Sultra pada 2025. Dengan populasi mencapai 329.555 Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP) yang tersebar di 17 kabupaten/kota, penguatan perlindungan finansial menjadi hal mendesak.

“Kami tidak ingin PROSPERITI berhenti sebagai konsep. Setelah ini ada langkah konkret, mulai dari pemetaan kelompok tani, pelaksanaan piloting, hingga evaluasi dan perluasan program,” tegas Bismi.
Diskon Iuran Jaminan Sosial dan Integrasi Digital
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sultra, Luky Julianto, menyampaikan bahwa para petani dapat mengakses program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) dengan biaya terjangkau.
“Iuran normal sebesar Rp16.800 per bulan mendapatkan diskon 50 persen hingga akhir tahun 2026, sehingga petani cukup membayar Rp8.400 per bulan,” ungkap Luky. Untuk memperluas jangkauan, BPJS Ketenagakerjaan memanfaatkan keagenan Penggerak Jaminan Sosial (Perisai) yang melibatkan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dan kelompok tani.
Mendukung ekosistem digital tersebut, Bank Syariah Indonesia (BSI) menyiapkan infrastruktur pembukaan rekening yang terintegrasi langsung dengan aplikasi Jamsostek Mobile (JMO). Tahap awal dimulai dengan pembukaan 50 rekening bagi PPL yang bertindak sebagai agen Perisai di wilayah binaannya.
Sinergi PROSPERITI juga melibatkan Badan Perakitan Modernisasi Pertanian (BRMP) melalui penyediaan data Simluhtan, Kanwil DJPb Sultra untuk penguatan pembiayaan, Bank Indonesia dari sisi sistem pembayaran dan literasi keuangan, serta Tani Merdeka Indonesia Sultra untuk pendampingan langsung di lapangan.






Tinggalkan Balasan