OJK dan Pemda Konawe Luncurkan Program Simpel Bersahaja, 12.969 Pelajar Miliki Rekening Tabungan

waktu baca 3 menit
Senin, 3 Agu 2026 17:54 9 IDNKendari.com

IDN, Kendari – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Pemerintah Kabupaten Konawe dan PT BPR Bahteramas Konawe (Perseroda) meluncurkan program Simpanan Pelajar (Simpel) Konawe Bersahaja dengan membuka 12.969 rekening bagi pelajar.

Program tersebut diluncurkan dalam rangka mendukung program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) sekaligus memperingati Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026. Kegiatan berlangsung di SMP Negeri 02 Konawe, Kabupaten Konawe, Rabu (29/7/2026).

Peluncuran program ini menjadi bagian dari sinergi OJK bersama pemerintah daerah, industri jasa keuangan dan sejumlah pemangku kepentingan dalam memperluas akses keuangan bagi pelajar sekaligus membangun budaya menabung sejak usia dini.

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha mengatakan, kepemilikan rekening sejak usia dini tidak hanya memberikan akses terhadap layanan keuangan formal, tetapi juga menjadi sarana untuk membentuk karakter pelajar dalam mengelola keuangan secara bijak dan bertanggung jawab.

“Melalui program Simpel Konawe Bersahaja, OJK terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun budaya menabung sejak dini. Budaya tersebut merupakan investasi penting dalam mewujudkan generasi yang cerdas finansial, tangguh, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Bismi.

Menurutnya, keberhasilan Program KEJAR membutuhkan sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, industri jasa keuangan dan seluruh pemangku kepentingan.

Sinergi tersebut diperlukan agar kebiasaan menabung tidak hanya menjadi program sesaat, tetapi dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari para pelajar.

Sementara itu, Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Konawe, H. Gunawan Samad, mengapresiasi langkah OJK Sultra bersama seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.

Ia menilai Program Simpel Konawe Bersahaja bukan sekadar pembukaan rekening bagi pelajar, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun budaya keuangan yang sehat sejak usia dini.

“Dengan memiliki rekening tabungan sejak dini, anak-anak akan lebih mengenal sistem keuangan formal, belajar menyisihkan uang secara rutin, serta memahami pentingnya perencanaan keuangan,” kata Gunawan.

12.969 Rekening Dibuka

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 12.969 rekening Simpel resmi dibuka bagi pelajar di Kabupaten Konawe.

Jumlah tersebut terdiri dari 8.041 rekening untuk pelajar dari 40 Sekolah Dasar (SD) dan 4.928 rekening untuk pelajar dari 26 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Program Simpel Konawe Bersahaja juga dikolaborasikan dengan program pencegahan narkoba bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Konawe.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperluas inklusi keuangan di kalangan pelajar, tetapi juga mendukung terbentuknya generasi muda yang sehat, cerdas dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Selain peluncuran rekening, kegiatan dirangkaikan dengan edukasi mengenai pentingnya menabung yang disampaikan OJK Sultra serta sosialisasi bahaya narkoba oleh Kepala BNN Kabupaten Konawe.

OJK juga menggelar kuis interaktif bertema edukasi keuangan untuk meningkatkan pemahaman para pelajar mengenai pengelolaan keuangan.

Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 300 peserta yang terdiri dari siswa dan siswi SMP Negeri 02 Konawe, guru, kepala sekolah, perbankan serta jajaran Pemerintah Kabupaten Konawe.

OJK menilai penguatan budaya menabung membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, industri jasa keuangan, satuan pendidikan, orang tua dan masyarakat.

Melalui Program KEJAR, OJK bersama para pemangku kepentingan terus mendorong peningkatan kepemilikan rekening di kalangan pelajar sekaligus memperkuat literasi dan inklusi keuangan sejak dini.

Peringatan Hari Indonesia Menabung 2026 diharapkan menjadi momentum untuk menjadikan menabung sebagai budaya di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, sehingga dapat melahirkan generasi yang semakin cerdas dalam mengelola keuangan dan siap menuju Indonesia Emas 2045.(Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA