Polisi Nyaris Jadi Korban Penikaman Saat Upaya Redam Keributan di Desa Atowatu

waktu baca 3 menit
Kamis, 23 Jul 2026 18:44 465 IDNKendari.com

IDNK, Kendari – Upaya damai yang dilakukan personel Polsek Soropia untuk menyelesaikan perselisihan warga berakhir ricuh. Seorang anggota polisi nyaris menjadi korban penikaman saat memediasi kasus dugaan pencemaran nama baik di Desa Atowatu, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Rabu (22/7/2026) malam.

Kasat Reskrim Polresta Kendari Kompol Welliwanto Malau menjelaskan, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 WITA ketika Bhabinkamtibmas Desa Atowatu Aiptu Zainal bersama Kanit Patroli Polsek Soropia Aiptu Agus Saputra sedang menjalankan tugas memediasi perselisihan antarwarga.

“Permasalahan itu bermula dari laporan seorang warga bernama Marwan yang kehilangan dompet berisi uang sekitar Rp1 juta beserta sejumlah dokumen saat bekerja membersihkan kebun pada 16 Juli 2026. Berdasarkan informasi yang diterimanya, Marwan kemudian meminta bantuan seorang tokoh ormas untuk mencari pelaku. Salah seorang warga, Arjun, dipanggil dan diinterogasi karena dicurigai sebagai pelaku pencurian berdasarkan petunjuk seorang dukun,” Ucap Kompol Welliwanto Malau, melalui siara persnya, Kamis, (23/06/26).

Lebih lanjut, Ia menjelaskan, merasa tidak pernah melakukan pencurian dan namanya dicemarkan, Arjun kemudian mengadukan persoalan tersebut ke Kepala Desa Atowatu sehingga dilakukan proses mediasi yang difasilitasi aparat kepolisian bersama pemerintah desa.

“Saat mediasi berlangsung, situasi awalnya berjalan kondusif. Namun suasana mendadak memanas ketika seorang pria berinisial GR datang dan diduga berusaha memancing keributan. Petugas yang bertugas saat itu berulang kali meminta pelaku meninggalkan lokasi agar proses mediasi tetap berjalan dengan baik.,” Ucapnya.

Bukannya mengindahkan imbauan polisi, pelaku justru menendang kursi di lokasi mediasi hingga membuat situasi semakin tegang. Beberapa saat kemudian, pelaku kembali datang ke halaman rumah kepala desa dan kembali membuat keributan.

Ketika Aiptu Zainal dan Aiptu Agus Saputra bersama sejumlah warga berusaha menenangkan pelaku, pria tersebut tiba-tiba mencabut sebilah badik dan langsung menyerang Aiptu Zainal. Sabetan senjata tajam itu mengenai pakaian dinas korban hingga robek. Tidak berhenti di situ, pelaku juga sempat mengejar Aiptu Agus Saputra, namun berhasil dihalangi oleh warga yang berada di lokasi.

Usai melakukan penyerangan, pelaku melarikan diri. Kedua anggota Polsek Soropia kemudian kembali ke markas untuk meminta bantuan personel lainnya.

Tak berselang lama, aparat kepolisian bergerak melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan pelaku. Saat ini pelaku telah ditahan di Mako Polsek Soropia untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku diduga melakukan penyerangan dalam kondisi dipengaruhi minuman keras tradisional. Polisi juga masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk keterkaitan konflik yang melibatkan dua kelompok organisasi masyarakat (ormas) di Desa Atowatu yang diduga menjadi salah satu faktor yang memperkeruh situasi,” Ujar Perwira ramah itu.

Kasat Reskrim Polresta Kendari menegaskan, proses hukum terhadap pelaku akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Polisi juga mengimbau seluruh masyarakat agar mengedepankan penyelesaian persoalan melalui jalur hukum dan tidak mudah terprovokasi sehingga tidak menimbulkan tindak pidana maupun mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.(Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA