Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin menyatakan sistem rudal canggih THAAD dan 100 tentaranya sudah tiba di Israel demi membantu tel aviv hadapi resiko serangan serangan lanjutan dari Iran. (Dok: AP Photo/Pablo Martinez Monsivais) Jakarta, theasianet.com-Amerika Serikat telah mengerahkan sistem rudal canggih Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dan 100 personil militer ke Israel untuk membantu Tel Aviv menghadapi potensi serangan balasan dari Iran.
Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, mengungkapkan bahwa sistem THAAD “telah siap” dan “kami memiliki kemampuan untuk menjalankannya dengan sangat cepat”. Namun, Austin enggan mengonfirmasi apakah THAAD sudah beroperasi,”kata Austin, berbicara kepada wartawan sebelum ia tiba di Ukraina awal pekan ini, seperti dikutip dari CNN Indonesia.
Pengiriman THAAD merupakan tanggapan atas serangan rudal balistik dan hipersonik Iran terhadap Israel pada 1 Oktober lalu. Saat itu, lebih dari 200 rudal menghantam Israel, menyebabkan sistem pertahanan anti-misil Tel Aviv kewalahan dan beberapa proyektil lolos dari pencegatan.
“Kami akan melakukan – terus melakukan – semua yang kami bisa… untuk meredakan ketegangan dan mudah-mudahan membuat kedua belah pihak mulai meredakan ketegangan,”tambahnya seperti dikutip Times of Israel.
Bantuan militer AS ini menandai keterlibatan serius Washington dalam konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Meskipun Austin menekankan bahwa keputusan balasan Israel adalah keputusan Tel Aviv, pengiriman THAAD menunjukkan kesiapan AS untuk mendukung sekutunya di kawasan tersebut.
(CNN Indonesia)
Tidak ada komentar