Rapat Koordinasi Konsolidasi Program Prioritas UPT Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Sultra. IDNKendari.com, Kendari–Upaya percepatan peningkatan mutu pendidikan di Sulawesi Tenggara (Sultra) memasuki babak baru dengan target ambisius. Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Konsolidasi Program Prioritas UPT Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Sultra yang digelar pada Jumat (9/1/2026).
Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sultra, Junaddin Pagala, menyatakan bahwa rakor ini bukan hanya sebagai ajang koordinasi, melainkan momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas tingkat pemerintah dalam mengawal program prioritas nasional.
“Kita fokus pada sinergi yang solid agar setiap program Kemendikdasmen dapat berjalan optimal dan tepat sasaran di tanah Sultra,” jelas Junaddin.
Ia menyebut, Pada tahun 2025 silam, BPMP Sultra telah sukses mengawal seluruh program prioritas Presiden Prabowo Subianto, mulai dari revitalisasi sekolah hingga penjaminan mutu pendidikan. Sebanyak 348 satuan pendidikan meraih bantuan revitalisasi dengan anggaran Rp328 miliar yang terealisasi 100 persen, di antaranya SMA Negeri 7 Kendari yang akan segera diresmikan.
Namun, kata dia, yang lebih mencuri perhatian adalah target tahun 2026 yang melonjak drastis. Kuota revitalisasi sekolah naik dari 348 menjadi 1.374 satuan pendidikan atau sekitar 400 persen lebih banyak.
“Kita membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah kabupaten dan kota untuk memenuhi seluruh persyaratan, sehingga program ini bisa berjalan maksimal,” tandasnya.
Kemudian, di bidang digitalisasi pembelajaran, capaian tahun 2025 juga cukup memukau. Dari 4.081 sekolah sasaran, sebanyak 3.314 telah menerima papan interaktif digital, sementara bimbingan teknis telah menjangkau 3.614 guru atau 97 persen dari target.
Sementara itu, Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menegaskan bahwa pendidikan adalah fondasi utama dalam mewujudkan Sultra yang aman, sejahtera, dan religius.
“Tanpa sumber daya manusia yang berkualitas dan rasa aman, kesejahteraan serta pengelolaan SDA tidak akan tercapai. Itulah mengapa pendidikan dasar hingga menengah menjadi tulang punggung kemajuan daerah,” tegasnya.
Pemprov Sultra sendiri telah mengusulkan 1.374 satuan pendidikan untuk program revitalisasi, dengan 481 di antaranya telah diterima mulai dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK. Khususnya untuk SMA, SMK, dan SLB, telah dialokasikan 60, 33, dan 48 satuan pendidikan masing-masing.
Selain itu, Pemprov Sultra mendorong SMK sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Sekitar 70 persen SMK di daerah ini diarahkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui bidang pertanian, peternakan, dan kelautan.
Dalam pengembangan SDM unggulan, Pemprov juga menginisiasi SMA unggulan berbasis konsep SMA Garuda, serta akan membangun SD dan SMP unggulan di seluruh kabupaten/kota. Program beasiswa luar negeri juga terus diperluas – saat ini telah ada 50 mahasiswa yang belajar di Jepang, Inggris, dan Australia, dengan target 100 orang per tahun.
“Jika konsisten selama empat tahun ke depan, minimal 400 putra-putri terbaik Sultra akan mendapatkan kesempatan studi di luar negeri,” ujar Gubernur.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, mengapresiasi sinergi yang terbangun di Sultra. Secara nasional, program revitalisasi sekolah telah mencapai 16.171 satuan pendidikan dan ditargetkan rampung 100 persen.
“Program ini adalah komitmen Presiden – tidak boleh ada lagi sekolah dengan atap bocor, toilet tidak layak, atau bangunan rusak. Dalam lima tahun ke depan, seluruh satuan pendidikan di Indonesia harus layak dan mendukung pembelajaran bermutu,” tegas Abdul Mu’ti.
Ia juga menekankan akan mengatasi kendala infrastruktur digital di daerah terpencil melalui kerja sama dengan Starlink untuk akses internet dan PLN untuk pasokan listrik.(Red)
Tidak ada komentar