
IDNKendari.com, Kendari–Dunia perfilman lokal Sulawesi Tenggara kembali menunjukkan geliat positif. Bupati Konawe Utara, Ikbar, menghadiri sekaligus menyaksikan langsung pemutaran perdana film horor komedi berjudul Arwah Pue Tuko di salah satu bioskop di Kota Kendari, Sabtu (17/1/2026).
Film karya putra daerah Sulawesi Tenggara ini diproduseri oleh Vian Saryanti Haryanto dan disutradarai oleh Alank Eka Aryancca. Proses pengambilan gambar dilakukan di sejumlah lokasi di Kabupaten Konawe Utara dan Kabupaten Konawe, dengan mengangkat cerita yang dekat dengan budaya serta kearifan lokal.
Dalam sambutannya, Bupati Ikbar menyampaikan apresiasi atas kerja keras tim produksi yang mampu melahirkan karya film di tengah keterbatasan. Ia menilai, Arwah Pue Tuko tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam memperkenalkan budaya, adat, dan potensi pariwisata daerah.
“Meski bergenre horor komedi, film ini mampu membawa pesan budaya dan identitas lokal. Ke depan, tentu perlu peningkatan agar kualitas produksinya semakin baik dan berkelanjutan,” ujar Ikbar.
Pemerintah daerah, lanjut Ikbar, berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan industri kreatif, khususnya perfilman lokal yang digarap oleh generasi muda Sulawesi Tenggara.

“Dukungan pemerintah tidak perlu diragukan lagi. Saya bersama Wakil Bupati akan terus mendorong dan mendukung aktivitas kreator dari Konawe Utara, Konawe, dan daerah lainnya,” tegasnya.
Menariknya, Bupati Ikbar juga turut ambil bagian dalam film tersebut dengan memerankan tokoh camat. Pengalaman pertama berakting di layar lebar itu diakuinya cukup menantang.
“Walaupun perannya singkat, tapi membutuhkan ekspresi dan penghayatan tersendiri. Pengalaman yang luar biasa,” katanya dengan antusias.
Melalui film ini, Ikbar berharap industri kreatif di Sulawesi Tenggara semakin berkembang dan mampu menjadi ruang kolaborasi lintas kreator.
Ia menekankan pentingnya menjadikan budaya dan adat sebagai kekuatan utama dalam karya-karya kreatif daerah.
“Budaya kita harus terus hidup dan berkembang, tidak hanya sekali tampil, tetapi menjadi bagian dari pertumbuhan industri kreatif lokal,” pungkasnya.(red)






Tinggalkan Balasan