Kendari, theasianet.com-Kebun Raya Universitas Halu Oleo (KR UHO) merupakan kebun raya pertama yang dikelola oleh Perguruan Tinggi yang saat ini dipimpin Dr. Ir. Sitti Leomo, M.Si sebagai (Kepala UPT Kebun Ilmu Hayati UHO), KR UHO memiliki fungsi utama sebagai tempat konservasi, penelitian, pendidikan, jasa lingkungan, dan wisata.

Dr. Ir. Sitti Leomo, M.Si Kepala UPT Kebun Ilmu Hayati UHO menjelaskan, Salah satu aset konservasi yang dimiliki oleh KR UHO adalah rumah koleksi anggrek Sulawesi.

Menurutnya, Hingga saat ini, KR UHO telah berhasil mengoleksi sebanyak 110 jenis anggrek Sulawesi dengan total koleksi mencapai 857 spesimen.

“Anggrek-anggrek ini dihasilkan melalui eksplorasi yang dilakukan sejak tahun 2016 hingga 2023 di berbagai hutan alam di Sulawesi Tenggara, termasuk di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai, Cagar Alam Tanjung Peropa, Wolasai, Moramo, Muna, Hutan Lindung Nanga Nnga, dan Kolaka Timur,”kata Dr. Ir. Sitti Leomo, M.Si, melalu keterangan resminya kepada awak media, Sabtu (29/06/24).

Ia menjelaskan, Salah satu contoh anggrek yang dikoleksi adalah anggrek serat yang berasal dari habitat aslinya di Kolaka Timur.

Menurutnya, KR UHO dengan koleksi anggrek Sulawesi merupakan salah satu wujud nyata upaya Perguruan Tinggi dalam berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan kekayaan alam Indonesia. Dedikasi dan kerja keras tim di KR UHO dalam merawat dan mengembangkan koleksi anggrek menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian flora Sulawesi dan menjadi inspirasi bagi upaya konservasi di berbagai daerah.

Dr. Faisal Danu Tuheteru, Sekretaris UPT Kebun Ilmu Hayati UHO dan Dosen Kehutanan UHO juga menjelaskan, koleksi anggrek yang dimiliki oleh KR UHO bisa dimanfaatkan sebagai objek wisata alam yang menarik. Selain itu, koleksi ini juga menjadi sumber riset bagi dosen dan mahasiswa dalam bidang biologi, biofarmaka, dan pemanfaatan lainnya.

“Koleksi anggrek yang dimiliki oleh KR UHO tidak hanya menjadi objek wisata alam yang menarik, tetapi juga menjadi sumber penelitian yang berharga bagi dosen dan mahasiswa. Penelitian tentang anggrek tidak hanya mencakup aspek biologi, tetapi juga berkaitan dengan pengembangan biofarmaka dan pemanfaatan lainnya dalam berbagai bidang ilmu,”ujarnya.

Ia menambahkan, Keberadaan rumah koleksi anggrek Sulawesi di KR UHO menjadi bukti nyata komitmen dalam melestarikan keanekaragaman hayati, khususnya anggrek, yang merupakan tumbuhan endemik dan penting bagi ekosistem Sulawesi.

“Diharapkan bahwa koleksi anggrek ini tidak hanya memberikan manfaat dalam bidang riset dan pendidikan, tetapi juga menjadi wahana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya pelestarian alam dan keanekaragaman hayati,”tutupnya.(Red)