
KENDARI, THEASIANET.COM-Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (DPD APERSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II dengan fokus pada sinergi membangun rumah bagi masyarakat berpendapatan rendah serta peran APERSI dalam mendukung pertumbuhan industri properti di Sulawesi Tenggara. Acara tersebut digelar di salah satu hotel di Kota Kendari, pada Selasa (14/5/2024).
Rakerda II DPD APERSI Sulawesi Tenggara merupakan forum penting bagi para anggota APERSI dalam membahas kolaborasi untuk menyediakan rumah yang terjangkau bagi masyarakat berpendapatan rendah di wilayah Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat peran APERSI dalam mengembangkan industri properti yang sukses di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP APERSI Junaidi Abdilah menyampaikan pentingnya sinergi dan kerjasama dalam pemenuhan kebutuhan perumahan bagi masyarakat berpendapatan rendah. Dia menekankan peran APERSI dalam mendukung pertumbuhan industri properti dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan proyek-proyek perumahan di Sulawesi Tenggara.
“Kami berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam mendukung industri properti di Sulawesi Tenggara. Melalui Rakerda ini, kami akan membahas strategi dan rencana kerja yang dapat membawa manfaat bagi pengembang, masyarakat, dan pemerintah daerah,” kata Ketua Umum DPP APERSI di rakerda II DPD APERSI Sultra.

Menurutnya, Rakerda II ini menjadi wadah bagi para pengembang perumahan, pemerintah daerah, dan lembaga terkait untuk saling berbagi pengalaman, berdiskusi, dan merumuskan langkah-langkah konkret dalam membangun rumah yang terjangkau bagi masyarakat berpendapatan rendah. Selain itu, akan dibahas pula pembaruan kebijakan dan regulasi terkait industri properti serta strategi untuk meningkatkan daya saing dan pertumbuhan sektor ini di Sulawesi Tenggara.

“Melalui sinergi yang kuat dan kolaborasi yang baik antara APERSI Sulawesi Tenggara dengan pemerintah, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang kondusif bagi pengembangan properti dan penyediaan rumah yang terjangkau untuk masyarakat berpendapatan rendah di Sulawesi Tenggara,”Utasnya.






Tinggalkan Balasan